Provinsi Bengkulu Zona Oranye Covid-19 dan Peringkat ke-12

ilustrasi. net

Bengkulu, SM Perkembangan Kasus Covid-19 Provinsi Bengkulu masih  pada titik aman. Berdasarkan data tanggal 25-04-2021, terdapat 651 terpapar positif.  Ada 5605 yang kini sehat dan 166 orang meninggal dunia ajibat Covid-19.

Secara global, sebaran 4.402 kasus baru Corona di Indonesia, pada hari Minggu ini:

  1. DKI Jakarta: 896 kasus
  2. Jawa Barat: 683 kasus
  3. Riau: 404 kasus
  4. Bangka Belitung: 263 kasus
  5. Jawa Tengah: 247 kasus
  6. Jawa Timur: 236 kasus
  7. Sumatera Barat: 234 kasus
  8. DI Yogyakarta: 223 kasus
  9. Kalimantan Timur: 165 kasus
  10. Kepulauan Riau: 148 kasus
  11. Sumatera Selatan: 144 kasus
  12. Bengkulu: 114 kasus
  13. Lampung: 81 kasus
  14. Kalimantan Tengah: 81 kasus
  15. Banten: 80 kasus
  16. Bali: 66 kasus
  17. Sumatera Utara: 62 kasus
  18. Kalimantan Selatan: 56 kasus
  19. Sulawesi Utara: 46 kasus
  20. Kalimantan Barat: 39 kasus
  21. Jambi: 29 kasus
  22. Aceh: 24 kasus
  23. Kalimantan Utara: 16 kasus
  24. Nusa Tenggara Timur: 14 kasus
  25. Sulawesi Tengah: 9 kasus
  26. Maluku: 8 kasus
  27. Papua: 8 kasus
  28. Sulawesi Selatan: 7 kasus
  29. Sulawesi Barat: 6 kasus
  30. Maluku Utara: 5 kasus
  31. Nusa Tenggara Barat: 3 kasus
  32. Papua Barat: 3 kasus
  33. Sulawesi Tenggara: 2 kasus
  34. Gorontalo: 0. (sumber com)

Berdasarkan situs Kementerian Kesehatan RI, hari ini dilaporkan, ada 3.804 pasien sembuh dari Corona. Dengan penambahan itu, maka pasien sembuh dari Corona di Indonesia berjumlah 1.496.126 orang.

Provinsi Bengkulu hari ini peringkat 12 dari 34 provinsi di Indonesia. Dari data yang ada, maka bengkulu masuk zona oranye, karena itu wilayah ini dapat melaksanakan shalat taraweh. sebagaimana zona  kuning dan hijau. Tentunya tetap dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, dan hanya mengisi 50 persen dari total kapasitas masjid.

Plt. Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Supran usai Rapat Koordinasi (Rakor) Bersama dalam rangka meningkatkan Sinergi, Koordinasi Keamanan dan Penegakan Hukum Menyambut Bulan Suci Ramadhan, Mudik dan Idul Fitri 1442, Senin (12/4) lalu mengatakan, pemantauan terkait status zona akan terus dilakukan, untuk memastikan tidak terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19 dan memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan ketat.

“Tadi disampaikan Menkopolhukam dan Kementerian Agama, kita tetap harus waspada terkait dengan Covid-19, terutama di bulan puasa. Terkait dengan ibadah sholat tetap harus mentaati protokol kesehatan, dengan harus 50 persen dari kapasitas ruangan, ini harus dipatuhi dan dipedomani sesuai Surat Edaran Menteri Agama”.

Dijelaskan Supran, pelarangan untuk tarawih itu pada zona merah. Untuk zona kuning masih ada toleransi, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Kalau statusnya kuning, hijau dan oranye itu masih boleh. “Saya pikir kita di Bengkulu ini tidak ada yang masuk zona merah”.

Terkait Mudik dalam rangka perayaan Idul Fitri 2021, Supran menjelaskan tetap dilarang. Ini merujuk dari data Menkopolhukam pada 2020 lalu, di mana lonjakan Covid-19 mengalami kenaikan hingga 69 – 93 persen, itu saat libur Idul Fitri 2020 dan 58 – 188 persen saat libur HUT RI 2020 lalu.

“Larangan mudik mulai tanggal enam sampai tanggal 17 Mei 2021, ini semata-mata jangan sampai terjadi penularan dan menimbulkan cluster baru Covid-19”. (bb)

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.