RanHAM Jangan Retorika Saja

Sekda Provinsi Bengkulu Nopian Andusti

Bengkulu, SM – Rencana Aksi Hak Azazi Manusia (RanHAM) perlu adanya dukungan dari berbagai pihak. Dalam melaksanakannya, bukan hanya dalam ucapan atau ritorika saja, namun perlu adanya komitmen bersama dalam pelaksanaannya sebagai abdi negara.

Ini dikatakan Sekda Provinsi Bengkulu Nopian Andusti, saat membuka secara resmi Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Rakor Monev) RanHAm Provinsi Bengkulu, yang digelar Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi di Hotel Raffles City Pantai Panjang Kota Bengkulu, Selasa (10/09/2019).

RanHAM yang dibuat, hendaknya bukan sebatas konteks tepat waktu dan selesai saja. Namun yang paling penting adalah kualitasnya yang telah sesuai dengan Rencana Aksi HAM di Provinsi Bengkulu.

“Yang paling penting adalah kualitasnya bukan kuantitasnya. Bukan tepat waktu pelaporannya, tapi yang penting adalah bagaimana Rencana Aksi HAM ini terlaksana dengan baik dan  kualaitasnya dapat terjamin. Sehingga dapat sesuai dengan yang disyaratkan  dan menjadi kesepakatan nasional”.

Tanggungjawab pemerintah Provinsi Bengkulu, kabupaten dan kota terkait Hukum dan HAM itu kata Sekda  diantaranya, pertama, rancangan Produk Hukum Daerah, untuk mendorong pemerataan hak-hak perempuan, hak anak, hak disabilitas dan hak masyarakat adat. “Rancangan ini produk hukumnya harus diselaraskan dan harus diharmonisasikan”.

Kedua, pemantauan dan penyelesaian perkara hukum. Ketiga, pengelolaan dan pemerataan distribusi jumlah guru di daerah. Keempat,  penyediaan ruang pelayanan pengaduan publik milik pemerintah daerah  dan swasta.

Namun kesemuanya itu harus mementingkan kualitasnya, bukan kuantitasnya. “Kualitasnya perlu diperbaiki dan di evaluasi, guna perbaikan di masa-masa akan datang”, jelasnya saat Rakor RanHAM yang diikuti perwakilan dari instansi Polda Bengkulu, Ombudsman, Kanwil Kemenag Bengkulu, BPN serta dari Bagian Hukum dan Bappeda Se- Kabupaten, kota Bengkulu. (ck/mc)

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.