Ridwan Nurazi Dilantik Jadi Komisaris Utama Independen Bank Bengkulu

PElantian Ridwan Nurazi oleh Gubernur Bengkulu.

Bengkulu, SM – Ketua Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemprov Bengkulu,  Ridwan Nurazi, kini dilantik sebagai Komisaris Utama Independen PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu, tak lama usia mengumuman hasil seleksinya.

Pelantikan berlangsung di Gedung Pusat Bank Bengkulu, Senin (01/4), yang dihadiri seluruh direksi dan perwakilan pemegang saham. Dalam sambutannya, ada tiga hal yang dipesankan Gubernur Bengkulu Rohidin Meryah, agar bank milik daerah itu bisa terus tumbuh dan tangguh, di tengah berkembangnya bank-bank BUMN maupun bank swasta.

“Pertama, efisiensi. Seluruh perusahaan tentu saja menerapkan efisiensi di tengah berkembangnya usaha”, jelasnya gubernur usai melantik Ridwan Nurazi.

Pengeluaran operasional yang memungkinkan untuk dilakukan efisiensi,  perlu dilakukan perhitungan. Penghematan bukanlah untuk memperkecil atau mempersempit gerak layanan dan usaha, namun lebih terfokus pada klasifikasi pengeluaran.

Selanjutnya soal peningkatan kinerja. Ini kata gubernur,  untuk meningkatkan kepercayaan publik, bahwa kita adalah bank milik daerah, yang tentu saja kontribusinya untuk kemajuan daerah. Perlu dukungan seluruh lapisan masyarakat.

Sumber daya manusia di Bank Bengkuku sudah cukup mumpuni, untuk melakukan pelayanan prima kepada setiap nasabah, ataupun pengguna jasa Perbankkan. Hanya saja, informasi yang dibutuhkan pada masyarakat tertentu,  kadang tidak begitu ‘gamblang’ lantaran redaksi masih dalam ranah dunia bisnis Perbankan.

Masyarakat inikan maunya tahu perkembangan laba, benefitnya apa dan berapa besar. Laporan kinerja memang positif. Aset naik. “Pertambahan cabang pembantu sekian. Itukan ranahnya bisnis, yang mungkin masyarakat awam tidak memperhatikan itu. Coba komunikasikan dengan lugas, seperti apa bentuk laba dan keuntungannya”,  kata Gubernur Rohidin.

Ketiga, Bank Bengkulu untuk bisa memformulasikan reward and punishment. Ketegasan lembaga juga perlu dibarengi dengan bonus atas pencapaian kinerja setiap individu karyawan maupun pihak manajemen.

“Saya kira, penghargaan harus diberikan kepada karyawan yang memang mempunyai kinerja baik dan inovasi yang menguntungkan. Begitu juga sebaliknya, jika ada yang menyeleweng, punishment bisa diberlakukan”, katanya. (mc)

 

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.