Sang Saka Merah Putih di Kampung Ibu Agung Fatmawati

Dirumah Ibu Agung, Fatmawati, Gubernur Rohidin Mersyah menrima Sang Saka Merah Putih.

Bengkulu, SM – Hari ini genap  74  tahun Hari Kemerdekaan Indonesia.  Selama itu pula sang saka merah putih jahitan Ibu Agung Fatmawati  binti Hasandin tetap berkibar di seluruh pelosok nusantara.

Decap kagun berbaur haru pada perayaan 17 Agustus 2019 kali ini. Kampung kelahiran Ibu Agung Fatmawati yang bernama asli Fatimah itu merah putihkan Ibukota Provinsi Bengkulu.   Ribuan warga mengenakan warna merah putih serta bendera, melakukan kirab dibelakang  bendera merah putih berukuran raksasa.

Kampung Ibu Agung Fatmawati dan merah putih

Suasana hikmat berbaur haru, Sabtu (17/08) sekira pukul 0732 WIB,  saat Gubernur Bengkulu DR H Rohidin Mersyah, Kapolda Bengkulu dan Dandrem Garuda Mas, menjembut simbolis bendera Sang Saka Merah Putih  di kediaman rumah Ibu Agung Fatmawati, Jalan Fatmawati, Penurunan, Kecamatan  Ratu Samban, Kota Bengkulu.

Bendera diserahkan oleh perwailan keluarga Ibu Agung Fatmawati, yang selanjutnya diberikan kepada Gubernur Bengkulu  DR H Rohidin Mersyah, yang selanjutnya di berikan pada Paskibra untuk di kibarkan di Kantor Pos daerah Kampung Cina,, dimana bendera itu pertama kali berkibar di langit  Bengkulu saat proklamasi kemerdekaan dibacakan oleh Presiden Soekarno tanggal 17 Agustus 1945. di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, 74 tahun silam.

Bersama para Veteran Pejuang.

Kirab Sang Saka dari kediaman Ibu Agung Fatmawati menuju Kampung Cina, berjarak sekira 2 Kilo Meter, dengan berjalan kaki. Para petinggi Bengkulu itu, berjalan sembari mendorong veteran pejuang yang terganggu kesehatannya karena usia.

Awalnya para veteran itu nerasa sungkan diorong oleh  Gubernur, Kapolda dan Danrem Garuda Mas. “Biarkan saja Tuk (Datuk atau kakek-red) inilah bagian dari pengabdian kecil kami pada para pejuang”, ujar gubernur Roihidin embari memegang tanggan para veteran pejuang itu.

Suasana kian hikmat, saat Pasukan pengibar bendera bersama ribuan warga masyarakat, melintasi Masjid Jamik. Masjid bersejarah yang direnovasi Ir Soekarno saat tinggal di Bengkulu Tahun 1938- 1942. (ck)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.