Sapi Induk Wajib Bunting, Berhasil

Foto: Media Indonesia

Bengkulu, SM – Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) di Provinsi Bengkulu berhasil 100 persen.

Program UPSUS SIWAB itu berhasil terealisasi lebih dari 100 persen. Realisasi akseptor IB sebanyak 10.677 atau 177.95 persen dari target 6.000 ekor. Realisasi kebuntingan sebanyak 7.336 ekor atau 174.67 persen dari target 4.000 ekor dan realisasi kelahiran 4.907 ekor atau 146.04 persen dari target 3.360 ekor.

“Keberhasilan UPSUS SIWAB ini diharapkan dapat bermanfaat dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya dibidang peternakan”, jelas  Drh  Majes.

UPSUS SIWAB merupakan salah satu program yang dicanangkan Kementerian Pertanian RI, untuk mengakselerasi percepatan target, pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri.

Gubernur dan Kadis Perternakan dan Kesehatan Hewan. saat acara.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Drh Majestika juga melaporkan kegiatan ini,  menghadirkan paramedik, petugas peternakan, inseminator, petugas kesehatan hewan. Termasuk  asisten reproduksi dari kabupaten, kota Se-Provinsi Bengkulu. Sekaligus untuk Sosialisasi Permentan Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pelayanan Jasa Medik Veteriner.

“Pada Tahun 2018 dan 2019 ini, Provinsi Bengkulu ada di Posisi Hijau dalam pencapaian target UPSUS SIWAB di tingkat Nasional. Ini merupakan pencapaian luar biasa”, jelas Majestika saat acara rembuk inseminator Se-Provinsi Bengkulu, Rabu (30/10).

Gubernur Bengkulu, DR H Rohidin Mersyah mengakui, salah satu sektor unggulan Provinsi Bengkulu adalah Sektor Peternakan. Pemerintah telah berupaya menghadirkan Instalasi Karantina Hewan (IKH) yang saling berintegrasi.

“Agar kedepan kita dapat mengekspor hasil peternakan Bengkulu langsung dari Pulau Baai. Peternakan menjadi salah satu sektor unggulan, dimana jika dilihat dari tren progresnya mengalami peningkatan. Kita juga telah mencoba membangun Instalasi Karantina Hewan  di kawasan Pulau Baai, untuk meminimalisir biaya ekspor ke luar negeri.

Provinsi Bengkulu kata Rohidin, mengalami peningkatan dalam sektor peternakan. Namun hal tersebut tidak begitu terasa di masyarakat. Sebab, lingkup Bengkulu hanya kemasannya saja yang besar, tapi isinya masih kecil.

“Skala lingkup wilayah Bengkulu ini masih kecil. Ibarat wilayahnya tingkat provinsi, namun isinya masih tingkat labupaten. Jadi sektor peternakan tidak berkontribusi besar dan tidak terlalu terasa. Jika ditanya kemasyarakat peternak secara langsung, sektor peternakan menjadi pendongkrak ekonomi di masyarakat”, jelas gubernur. (mc)

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.