Satgas AMT Bergerak, 61 Ditetapkan Tersangka

Terkuak 37 Kasus di Sejumlah Polda

Ilustrasi

Jakarta, SM  – Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Andi Rian  Senin (24/5) mengatakan, pada periode Februari hingga 21 Mei 2021, Satgas Anti Mafia Tanah (AMT) tetapkan 61 tersangka dari 37 kasus pertanahan yang masuk dalam program 100 hari kerja pertama Kapolri.

Dirtipidum merinci, ada 39 tersangka beserta barang bukti dari penanganan 18 kasus yang ditangani oleh Satgas. Kini sudah dilimpahkan ke Jakasa Penuntut Umum. Pihaknya juga telah melimpahkan tujuh berkas penyidikan perkara tanah ke Jaksa Peneliti.

Ada juga 11 kasus yang masih dalam proses penyidikan oleh Polri. Dari belasan kasus itu, tim penyidik telah menetapkan sebanyak 22 orang tersangka. “Ada satu kasus di SP3 (Surat Penghentian Penyidikan) demi hukum”.

Satgas Anti Mafia Tanah Polri menargetkan, penuntasan perkara mafia tanah di seluruh Indonesia pada akhir Tahun 2021 ini. Pengusutan perkara akan dikerjakan oleh Satgas Mafia Tanah yang berada di tiap Polda, sehingga, penuntasannya menyesuaikan lokasi perkara itu sendiri.

Ada 89 kasus yang harus diselesaikan Polri hingga akhir 2021 mendatang. Apalagi, penuntasan masalah pertanahan ini masuk dalam 100 program prioritas Kapolri.

Dirtipidum juga menjelaskan, pembentukan Satgas Anti Mafia Tanah itu untuk membongkar seluruh pelindung di balik masalah pertanahan yang ada. Satgas ini dibentuk di tiap Polda.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Penanganan Masalah Agraria, Pemanfaatan Ruang, dan Tanah Kementerian ATR/BPN  Agus Wijayanto menjelaskan, telah memberikan data kasus mafia pertanahan kepada Bareskrim. Ada 60 kasus yang menjadi atensi dari Kementerian ATR.

Dari puluhan kasus itu, sedikitnya 40 kasus telah dibahas bersama dengan Satgas Antimafia Tanah. “Kami terus berkoordinasi membahas semuanya”. (rls)

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.