Siapakah Mengubah Situs Kuburan Bulek?

Perbandingan monumen Thomas Parr sebelum dan sesudah dirubah.

Bengkulu salah satu provinsi  yang banyak menyimpan history tependam. Masih banyak yang belum terkuak, digali. Berjuta pertanyaan yang meliputi khayal anak negeri, melihat obyek wisata sejarah yang tidak diberdayakan secara maksimal. selain penghancuran dan mungkin  melestarikan kebohongan sejarah. Padahal inilah salah satu nilai jual, yang dapat mendatangkan penghasilan daerah, termasuk mendatangkan investor asing.

Bicara kedatangan Kolonial Inggris di Bengkulu, tentunya  terbesit oleh kita peninggalan, warisan mereka saat bercokol di negeri yang merekan sebut Negeri Tanah Mati ini. Salah satunya monumen Thomas Parr, diwilayah Perkampungan Cina Bengkulu.

Sebuah monumen yang didirikan setelah dibunuhnya Gubernur Inggris Parr pada Tahun 1807.  Thomas Parr korban amukan pribumi yang menuntut hutang kolonial atas hasil bumi lada yang belum terbayarkan. Dalam catatan, mereka dibunuh oleh orang Rejang  wilayah Pasar Bengkulu sekitarnya.

Thomas Parr menjabat Gubernur Bencoolen mulai bulan  April 1805 – 23 Des 1807.  Jauh sebelum  Gubernur Letnan Thomas Stamford Bingley Raffles berkuasa  tanggal 22 Mar 1818 – 1824  dan pengantinya  Jhon Prince  1824 hingga  1 Mar 1825 .

Amukan warga pribumi membuat    Thomas Parr   dan Charles Murray pada 27 September 1807 terbunuh. Konon ada tiga pria memasuki rumahnya, Gunung Felix, Gedung daerah kini dan  menusuk dan memenggal kepala  Thomas Parr. Akhirnya Inggris membatalkan pemberontakan, dan ditahun berikutnya, East India Company membangun monumen untuk Thomas Parr atau Kuburaan bulek itu.

Tapi itu semua sejarah singkat. Pertanyaan kini yang dihadapi anak negeri, siapa dan motif apa merubah situs bersejarah yang kini  menjadi kekayaan negara itu? Apa pentingnya? Belum lagi pertanyaan, kemanakah  keberadaan  sebuah plakat  dari besi dan kayu terletak di dalam monumen ini.

Alan Harfield, dalam diskusi tahun 1985 tentang Kuburan Dan Monumen Inggris di Bengkulu, mengutipnya sebagai berikut:

Di sini disimpan sisa-sisa dari Thomas Parr Esquire, Residen dan Perwakilan dari EI Cy yang Terhormat. di Fort Marlborough di Bencoolen yang meskipun seorang Bapa yang berbudi luhur kepada Penduduk Melayu dan dengan sigap untuk meningkatkan Kebebasan dan Kesejahteraan mereka dalam Pengenalan Spontan yang bijaksana dan bertahap ……………….. ………… jatuh dengan (keluar dikirim) ence dari … dan (unr) ivalled kekejaman bawah fury salah kaprah dan barbar dari Band of Assassins di Malam tanggal 27 Desember AD 1807 di … th Tahun Zamannya.

Kapan Dirubah?

Ada dua pendapat yang mengatakan kalau Kuburan Bulek itu  sempat dirubah pada awal gubenur Provinsi Bengkulu pertama. Pendapaat kedua, situs ini dirubah pada era Tahun 80-an, pasca terbakarnya  beberapa bagunan bersejarah  di areal brokoto, yang kini menjadi  Pasar Barukoto.

Apa pentingnya dirubah situs bersejarah tersebut? Mudah-mudahan  motifnya bukan untuk mencari barang peninggalan kolonial, yang konon terkubur dibeberapa bangunan bersejarah yang ada di Bengkulu.

Monumen Thomas Parr  memang berbentuk segi delapan, dan berdiri di area seluas 70 meter persegi (750 kaki persegi).  Kini  menjadi tiga bukaan melengkung menyediakan jalan masuk.  Padahal aslinya tidak melengkung dan memiliki beberapa goretan art. Ada  enam tiang Tuscan atau Roman Doric mengelilingi monumen. The 13,5 meter (44 kaki) monumen atasnya dengan kubah.

Ironisnya lagi,  kini areal situ sudah dirusak. Perhatikan berapa anak tangganya kini dan keasriannya, dimana dahulunya  tempat kolonial dan masyarakat lokak tamasyahria.

Benny Hakim Benardie / Pemerhati Sejarah dan Budaya tinggal di Bengkulu    

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.