Tahukah Anda Kenapa Kopi dari Provinsi Bengkulu Populer?

edai opi Bengkulu yang kini ian bermunculan di ota/kabupaten Provinsi Bengkulu.

“Kopi dari daerah Provinsi Bengkulu pernah berjaya dan akan kembali jaya mendunia”

Ungkapan kata diatas tentunya bukan merupakan kiasan klise.   Ini melainkan realitas fakta sejarah. Kala itu koloni Inggris yang bercokol menjadikan opi salah satu komoditi andalan bisnis mereka, termasuk saat peralihan kekuasaan antara Inggris dan Belanda yang menyebut negeri ini dengan Benkoelen, kopi masih merupakan bisnis yang menguntungan hingga pertengahan Tahun 1940-an.

Kini kenangan kejayaan kopi itu serasa dilupakan. Sudah 70 tahun lebih, kopi jenis Robusta dikonsumsi masyarakat India, Inggris dan Belanda, termasuk wilayah jajahannya. Baru Era Gubernur Bengkulu  Rohidin Mersyah, gaung kopi Bengkulu akan dikembalikan lagi kejayaannya. Pemerintah Provinsi Bengkulu dan kabupaten akan kembali  memanfaatkan sumber daya alam pergunungan untuk perkebunan kopi dengan berbagai jenis dan cita rasa kopi yang unik, rasa rempah-rempah dan lainnya.

Robusta_koffiestruiken. foto: COLLECTIE_TROPENMUSEUM.

Rencananya pada bulan April 2019 ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan melakuan ekspor kopi Bengkulu perdana ke Negara di Timur Tengah. Ini merupakan awal kopi Provinsi Bengkulu kembali dengan kejayaannya, seperti saat Bengkulu masih dibawah kekuasaan keresidenan Palembang.

Kopi dari Provinsi Bengkulu dengan cita rasa khas, cocok  dengan giografisnya, awal dibangkitkan kembali oleh Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, saat promosi event “Semarak Kopi Bengkulu”  di Ibukota Negara Indonesia, Jakarta di Tahun 2016 lalu.

Kaya akan Cita Rasa

Seorang pengiat dan pengusaha kopi Bengkulu, Budi Darmawansyah yang ditemui dikediamannya, Kelurahan Ratu Agung Kota Bengkulu mengakui aan uniknya kopi dari Provinsi Bengkulu. Dari literatur sejarah dan kenyataannya, cita rasa kopi dari Provinsi Bengkulu memang unik dengan beragam cita rasanya.

Soal cita rasa kopi Bengulu ini memang dari zaman kolonial terjaga. Diceritakan Budi, tananam kopi merupakan tanaman ‘manja’  yang perlu keilmuan  mulai dari penanam, perawatan hingga pengolahan menjadi bubuk kopi yang berkualitas. Ini sangat mempengaruhi akan cita rasa. Pengunaan pupuk kimiawi termasuk lokasi atau wilayah  dimana kopi ditanam merupakan soal yang terpenting.

COLLECTION_TROPENMUSEUM_Home_with_double_bamboo-walls_of_the_overviewer_of_coffee company_Suban_in_Benkoelen_South Sumatra.

Di Provinsi Bengkulu saat  ini memproduksi kopi   Robusta, Arabika dan Liberika sama dengan di daerah lain yang memproduksi kopi. Bedanya hanya dalam cita rasanya saja. keunikan kopi Bengkulu ini karena letak giografisnya di daerah pergunungan dengan basis lingkungan tanah rempah rempah. Ada juga kopi yang hidup didataran rendah, biasanya khusus untuk produksi lokal saja, dan tetap dengan keunikannya. Namun tingginya dataran lokasi penanaman kian membuat kualitas kopi makin baik.

Kenyataannya kopi yang ditanam diatas ketinggian 800 hingga 200 Meter di atas permukaan laut ( MDPL)  cira rasanya beda dan enak. Kopi di Bengkulu ini jelas Budi Darmawansyah,  ada rasa lada, sager, gula aren, frutinya, kacang tanah seperti kopi yang ada di Kabupaten Kepahiang. Untuk yang Ada di Kabupaten Rejang Lebong rasa sagernya, rempah-rempahnya sangat ketara.

Meskipun secara historis, kopi itu awalnya  didaerah Rejang Lebong hingga kepahang. Unuk daerah Bengulu Utara tahun 80-an sempat terkenal kopi Reberika di tanah hitam, yang memang cocoknya di daerah rendah dan lahan bergambut.

Kopi Bengkulu sebenarnya sudah dari zaman dulu booming.  Hanya saja  setelah kemerdekaan,  kopi Bengkulu tetap di kenang tapi tidak dipromosikan seperti saat ini. Baru kini kopi Bengkulu akan  dipopulerkan lagi, era Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Pertanyaannya, dari sisi manakah  yang harus dibenahi,  agak kopi Bengkulu kian mendunia? Yang  harus dibenahi dulu dari hulu atau dari  petaninya. Bagaimana menanam kopi yang benar. Karena ini sangat mempengaruhi  dan akan menimbulan mutu kopi, termasuk rasa cita kopi. Selanjutnya baru ke hilirnya.

“Kalau dari awal tanamnya tak bagus, lalu pasca panennya yang tak jelas, pasti rasanya tidak bagus dan masuk dalam karagori kopi asalan”, jelas Budi.

Bisnis Kopi Punya Prospek Cerah

Boomingnya kopi asal Provinsi Bengkulu tiga tahun terahir, membuat pemilik perkebunan kopi dan masyarakat meningat peghasilan secara ekonomis. Berbagai sudut provinsi kini gandrung membuka kedai kopi.   Bisnis kopi ini sekarang dan kedepannya sangat menguntungkan.

Sekedar catatat, di Eropa meminum kopi merupakan tern orang kelas atas. Zaman oloni Belanda dahulu saja, kopi itu hanya disuguhkan untuk para bangsawan.

Meningkatnya permintaan kopi dari sejumlah negara didunia,  diyakini mengerek prospek ekspor komoditas kopi, sejalan dengan proyeksi produksi yang ikut naik.

Ini juga sempat ditulis dalam penelitian Endang Rocmiatun dan Bambang Puswanto dalam tulisannya Perkembangan Ekonomi dan Perkembangan Islam di Bengkulu  diakhir abad XIX sampai awal abad XX  menyebutkan, perluasan produksi terhadap tanaman-tanaman  ekspor salah satunya kopi selain lada dan cengeh,  itu terjadi sejak awal abad 20 Masehi. Ini membawa dampa makmur daerah tertentu seperti Rejang dan Lebong, dikarenakan daerah tersebut memang  cocok   bagi tanaman produk ekspor, khususnya kopi yang harganya tinggi.

Kemakmuran itu sejak tahun 1913. Pada tahun 1930 sempat terjadi depresi  ekonomi, karena  harga kopi turun akibat fluktuasi pasar dunia. (Benny Benardie/adv)

 

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.