Tahun 2020, Fokuskan Predikat KLA

Plh Hamka Sabri saat memberikan pengarahan dalam sambutannya.

Bengkulu, SM – Pelaksana Harian Sekda Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri meminta Dinas P3A kabupaten dan kota Se-Provinsi Bengkulu, untuk fokus mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilaksanakan selama dua hari, menghadirkan narasumber Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga Kementerian P3A RI,  Rini Handayani.

Target minimal 80 persen capain sebagai Kota Layak Anak (KLA), bersama 10 kabupaten dan kota Se-Provinsi Bengkulu. Ini harapan Pemda Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) berharap, Gugus Tugas KLA dengan Analisa Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA) di kabupaten dan kota tingkat Provinsi Bengkulu Tahun 2019, Selasa (01/10/2019).

Saat ini di Provinsi Bengkulu,  dari 10 kabupaten dan kota, predikat KLA 2019 hanya diraih tiga Pemda kabupaten dan satu  Pemda kota saja, yakni Kota Bengkulu, Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang dan Mukomuko.

“Kita berharap pada bulan Juli pada Peringatan Hari Anak Nasional nanti, kita kalau bisa 10 kabupaten dan kota harus mendapatkan piagam penghargaan dari Presiden RI”, harap Hamka Sabri usai Bimtek.

Kadis P3APPKB Provinsi Bengkulu, Foritha Rhamadaniwati mengatakan, belum diraihnya predikat KLA oleh enam kabupaten ini, kemungkinan akibat kurang sinergi dan koordinasi dilintas sektor antar OPD di level kabupaten, kota. Karena itu, melalui Nimtek ini, akan dihasilkan sistem koordinasi berintegrasi dan terencana dengan baik, dalam rangka menyiapkan indikator penilaian KLA.

“Kalau untuk saat ini kita telah mencapai hampir 50 persen zona KLA. Sementara persiapan dari kabupaten, kota sudah mendekati 70 persen. Ini menjadi tanggungjawab, tidak hanya pemerintah daerah, namun juga stekholder lainnya. Termasuk pihak swasta dan masyarakat”,  jelas Foritha.

Ada lima klaster yang harus dipenuhi untuk meraih predikat KLA yaitu, klaster hak sipil dan kebebasan anak. Klaster pendidikan anak. Klaster pengasuhan orang tua terhadap anak, Klaster kesehatan dasar anak dan klaster klaster perlindungan, khusus bagi anak korban kekerasan dan disabilitas. (mc).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.