Tahun 2030, Provinsi Bengkulu Bebas Orang Pendek

Ilustrasi. Tempo

Bengkulu, SM – Badan pendek dapat dicegah. Bahasa lainnya yaitu stunting. Sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. Penyebab utamanya adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir. Biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun

Pencegahan stunting ini penting dilakukan sedini mungkin,  untuk membebaskan anak Indonesia khususnya provinsi Bengkulu dari resiko terhambatnya perkembangan otak, yang menyebabkan tingkat kecerdasan anak tidak maksimal. Selain terhambatnya pertubuhan untuk meninggi.

Menindaklanjuti dan mengantisipasi kondisi ini, Bappeda dan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu melaksanakan Rapat Kerja (Raker) bertema Penilaian Kinerja Kabupaten/Kota Dalam Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Provinsi Bengkulu, di Ruang Pola Provinsi Bengkulu, Selasa (20/08).

Pada Tahun 2019, stunting Provinsi Bengkulu berada pada angka 28 persen. Penilaian kinerja penurunan stunting difokuskan, lokasi prioritas di Kabupaten Bengkulu Utara, dengan angka stunting cukup tinggi yaitu 24,7 persen dan di Kabupaten Kaur dengan angka stunting 8,6 persen. Pemerintah  Provinsi Bengkulu menargetkan, Provinsi  Bengkulu bebas stunting 2030.

Rapat kerja dihadiri Bupati Kaur, Wakil Bupati Bengkulu Utara, Sekda Kabupaten Seluma, Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu, Kepala BPKD Provinsi Bengkulu, Kadis Kesehatan Provinsi Bengkulu, Kepala Bappeda dan Kadinkes Kaupaten/Kota Se-Provinsi Bengkulu serta perwakilan instansi teknis lainnya. (mc/ck)

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.