Tausiyah DR H Rohidin Mersyah di Hadapan Ratusan Jamaah MTA

Gubernur Rohidin beri motivasi warga sekabupaten di Provinsi Bengkulu di Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko.

Mukomuko, SM – Gubernur Bengkulu, DR H Rohidin Mersyah memberikan tausyiah dihadapan ratusan jamaah Majlis Tafsir Al-Quran cabang Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Hadir Bupati Mukomuko Choirul Huda dan Ketua DPRD Mukomuko M. Ali Saftaini beserta istri mendampingi gubernur, usai pembukaan MTQ tingkat Provinsi Bengkulu ke-34 di Kota mukomuko.

Dikatakan Gubernur Rohidin, ketika kita sudah berislam, maka pilihannya hanya dua. Sukses atau berhasil. Maju atau mulia. Tidak ada pilihan lain dalam hidup. Pertanyaannya, kenapa faktanya ada yang tidak? Itu karena orangnya yang menjadi masalah.

Resep untuk sukses berhasil dan maju mulia itu juga caranya ada dua,  bersyukur dan sabar. “La in syakartum la azidannakum wala in kafartum inna adzabi lasyadid” artinya. Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambahkan (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azabku sangat pedih.

Jamaah hadir, termasuk dari Jambi dan Sumbar.

“Bersyukur ini bukan main-main. Dahsyatnya bersyukur itu lebih dari doa. Bahkan ada yang mengatakan, bersyukur itu merupakan doa yang tertinggi. KAlau doa bisa tak dikabulkan atau dikabulkan bisa tahun depan atau kapan. Tapi kalau berdyukur itu janji Alllah pasti Insya Allah”, ujar Gubernur Rohidin Mersyah.

Kalau istilah matematikanya, eksponensial. Tiga jadi sembilan jadi 27 dan seterusnya. Tapi bila kita hidup ini tidak bersyukur maka  akan mendapat ancaman, siksanya amat sangat pedih.

“Jadi apa yang ada pada kita, maka kita syukuri.Tapi bukan hanya mengucapkan Alhamdulillah saja. Kalau itu burung beo juga bisa. Orang non muslimpun juga bisa/ Tapi maksudnya, kalau kita punya harta, bersyukurnya kita berbagi. Kalau punya umur, maka gunakan umur itu untuk berbagi. Itu tandanya kita bersyukur. Jangan dibalik-balik” papar gubernur, membuat peresmian SD IT Insan Kamil dan Silaturrahim  bersama Majlis  Tafsir Al-Quran  (MTA) cabang Kabupaten Mukomuko, Rabu (09/10.2019) kian hikmat.

Hal yang kedua pesan Gubernur Rohidin pada ratusan warga dari berbagai kabupaten yang hadir yaitu sabar. Dengan sabar dijanjikan Allah kasih sayang. Perlu diingat, sabar itu juga tidak sama dengan pendiam. Orang yang pendiam tidak pernah marah, belum tentu orang sabar. Orang yang bicaranya lemah lembut belum tentu itu menunjukan orang sabar.

Sabar itu jelas Gubernur Rohidin Mersyah, cirinya ada tiga. Pertama, orang sabar itu mental kokoh dan pendirian kuat. Enggak mudah terpercaya dengan isu remehtemeh. Emosionalnya stabil. Dia tahu kapan harus marah kapan harus diam, tahu porsinya. Akal rasionalnya itu berfungsi dengan baik. Mau seperti apapun disekeliling dia, tidak akan berpengaruh.

“Jadi biasa saja dalam hidup ini. Di rendahkan atau di puji orang jadikan itu biasa saja. Saya ingatkan, berkumpul jin dan manusia untuk menjatuhkan kita, kalau kata Allah tidak, maka kita aman-aman sajalah”.

Kedua, ciri orang sabar itu sunguh anti berkeluh kesah. Dia tidak mau mengeluh. Orang berkeluh kesah itu pasti menceritakan kekurangan dirinya. Padahal setiap orangkan punya masalah “Hasil riset  menyebutkan, sekali saja kita mengeluh, maka ribuan sel tubuh kita mati. Sekali saja kita mengeluh, maka sitoplasma kita ini akan mati. Maka akan terjadi tua sebelum umur”.

Usai penandatanganan prasastu SD IT Insan Kamil, didampingi Bupati, Ketua DPRD Mukomuko dan ketua yayasan.

Jadi enjoy sajalah menjalani hidup ini kata Gubernur Rohidin. Sesungguhnya kalau kita lagi susah, sulit punya problem, sesungguhnya kita itu sedang diapit dengan dua kemudahan. Tinggal kita melangkah atau mundur sedikit, maka akan tampak kemudahan itu. Akan ada pintu kemudahan yang terbuka.

Ketiga, orang sabar itu tidak pernah putus asa. Tidak ada kata menyerah dalam gagal. Ulangi kegagalan itu dengan cara dan teknis yang berbeda. Kata orang bijak, dan orang yang sabar paham betul.  ”Tidak satu jalan menuju Roma. Hidup ini ibarat roda yang berputar./ Bukankah ada siang bertanda akan datangnya malam. Tidak mungkin matahari tumbuh bersinar timur itu, kalau tidak ada subuh dingin yang mencekam”.

Diakhir pesannya, Gubernur Rohidin Mersyah tegaskan, kalau sabar dan bersyukur itu dipertemukan, maka akan menjadi kekuatan dahsyat. Maka pilihan hanya tinggal dua. Sukses atau berhasil, maju atau mundur. (ck)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.