The Island Rat Is Charming And Historic

Rat Island di Provinsi Bengkulu Indonesia.

“Setiap Pelancong Punya Cerita, maka di Pulau Tikus Banyak Cerita Indah dan Mempesona”

Rat Island in Bencoolen atau Pulau Tikus di Provinsi  Bengkulu Indonesia, merupakan pulau nan indah. Kaya akan biodata laut  dan batu karang yang asri disekitar pulau mempesona dan bersejarah ini.

Pulau terluar yang menghadang Laut China, Pulau Tikus berbatasan langsung dengan Samudera Hindia ini, dapat di capai sekitar 45 menit saja, dengan jarak tempuh hanya 10 KM aytau 5 Mil dari daratan Kota Bengkulu. Para wisatawan akan disuguhkan keindahan pemandangan disekeliling  perairan Bengkulu menabjubkan.

Bagi pecinta wisata bahari dan sejarah, nama Pulau Tikus (Rat Island) tentunya tak asing lagi, meskipun ada beberapa nama serupa di dibeberapa belahan dunia.

Dipulau kecil yang sempat dijadikan areal pemantau Inggris, mengantisipasi masuknya tentara Prancis ke Negeri  Bencoolen pada abad 17 M, para wisatawan dapat melakukan  snorkling sambil menikmati sisi keindahan bawah laut yang eksotis. Keindahan terumbu karang jenis poriter, pocillopora, sarcophito, acroporase, fungia, dan montipora.seluas 250 hektar dan biodata lautnya di pulau  yang acap dijadian transit segerombolan  Burung Camar  laut ini.    

Pasir putih yang dimiliki Pulau Tikus akan memanjakan kaki  para wisatawan. Cukup merogoh kocek paling tidak Rp250, perahu wisata  mengajak  wisatawan  ke  Pulau Tikus yang ini diprediisi hanya tinggal sekitar satu hektar, dapat dinikmati para wisatawan atau pelancong lokal ataupun manca negara.

Dahulu, sebelum Tahun 2013,  pulau kecil di luar perairan Bengkulu berada di lepas pantai barat Pulau Sumatera ini punya areal keindahaan 2 hektar. Kini  Sisa areal  pulau hanya tiunggal sekitar 0,66 hetar saja, akibat

 Abrasi. Namun itu tak menghilangkan keindahan  Pulau Tikus, dimana para para pemancing ikan, penyelam dan kegiatan rekreasi lainnya tak lepas kenangannya saat berkunjung di pulau yang berdiri mercusuar didirikan sejak masa kolonial Inggris masih bercokol.

Sepengal Cerita di Pulau Tikus

Keberadaan  pulau yang dari daratan memang agak mirip tikus ini, dalam peta abad ke-14 Masehi  keberadaannya  memang sudah ada.

Saat akan mendekati atol karang ini, Pulau Tikus terlihat seperti sekelompok pohon kecil, berbatasan dengan pinggiran atau pasir putih dan dikelilingi oleh lautan pirus. Fitur yang paling khas adalah mercusuar kerangka, menjulang tinggi di atas kanopi hutan pulau ini. Sudah sejak dahulu kala (1907), pulau itu dikenal sebagai pelabuhan dan tempat berlindung dari badai,  sebelum kapal-kapal melintasi Samudra Hindia berlalu sekitar Tahun 1714 Masehi.

Terumbu karang berbatu mengelilingi seluruh lingkar Pulau Tikus, untuk  melindungi pulau dari erosi. Beberapa spesies karang membentuk formasi ini,  bahkan lebih banyak ekosistem laut yang di dukung dalam terumbu ini. Pulau Tikus  ini merupakan habitat bagi banyak spesies burung. Garis pantai berpasir putihnya menjadi tempat bersarang bagi dua spesies penyu. Penyu Belimbing dan Penyu Hijau. Sebagai penanda  bagi para pelaut, Pulau Tikus tentunya banyak  menyimpan story dan history.

Pada abad  ke-17 Masehi, para Tentara Inggris sempat menjadikan Pulau Tikus sebagai garda, untuk memantau alur maritim yang coba memasuki  Negeri Bencoolen.  Terutama  pasukan dari Prancis

Dalam catatan Belanda, Tahun 1880  Pulau Tikus juga menjadi sebutkan selain  Pulau Engano, Pulau Pisang dan Betuwah.

  • Benny Hakim Benardie dari berbagai sumber/adv
You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.