Tolak Otopsi, Keluarga Terima Sebagai Musibah

foto: rilis Polda Bengkulu

Kepahiang, SM Keluarga almahum Riki Jhon Heri (48), warga Kabupaten Kepahiang menolak untuk dilakukan otopsi. Keluarga menganggap kematian ini sebagai musibah.

Almarhum Riki yang kesehariannya bekerja sebagai penjual Gas 3 Kg itu, sebelumnya sempat dibawa ke RSUD Kepahiang. Pihak kepolisian sudah memastikan tidak ada bekas tanda kekerasan terhadap almarhum. Ini salah satu alasan pihak keluarga menolak untuk dilakukan proses otopsi.

Sebelumnya, pihak Polres Kepahiang menyambangi rumah  kontrakan almarhum di Gang Azahri Muktar RT 03, RW  01 Kelurahan Pensiunan Kepahiang, usai mendapat informasi, Rabu (16/06). Polsek Kepahiang kemudian menghubungi Sat Reskrim Polres Kepahiang dan segera melakukan proses identifikasi.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diketahui bernama Riki Jhon Heri Bin Raden Muktar,  Warga setempat yang bekerja sebagai Penjual Gas 3 kg”, terang Kapolsek Kepahiang AKP, Kadi Karjito.

Penemuan jenazah ini berawal dari kecurigaan warga,  saat saksi Hutri (30) yang awalnya ingin membeli gas. Itu sekira pukul 08.00 WIB usai dipanggil tidak ada jawaban dari almarhum. Segera  saksi memberitahu warga sekitar kontrakan dan mendobrak paksa pintu kontrakan. almarhum dalam posisi telentang dilantai, sembari memegang obat asma.

Kapolsek Kepahiang memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas partisipasi dan bantuan masyarakat yang cepat melapor kepada pihak kepolisian, setiap ada kejadian diwilayahnya. (bb/rls)

 

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.