Tolak Penghancuran, IMM Bengkulu Sambangi Pemprov Bengkulu

IMM Bengkulu saat mendatangi Pemprov Bengkulu

Bengkulu, SM – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bengkulu tolak alih fungsi Mercusuar View Tower apapun alasannya pihak Pemerintah Provinsi Bengkulu.

IMM Bengkulu yang diketuai Jaka Dernata, didampingi Kabid Hikmah, Kelvin Aldo berharap Gubernur Rohidin tak sertamerta melakukan perombakan atau merobohan menara mercusuar view tower.  “Karena cukup sudah kita akhiri era pembangunan sesuai dengan keinginan pemimpin yang berkuasa”, tegas Jaka Dernata. Diiringi yel yel, “Hidup Pemuda Indonesia Yang Melawan…Hidup Rakyat Indonesia Yang Melawan..”.

Sesuai fungsi mercusuar sebagai alarm pemantau tsunami, itu kata Jaka, Bengkulu termasuk dalam daerah yang rawan terjadi bencana gempa dan tsunami. Maka, tentu keberadaan mercusuar itu  amat sanggat membantu.

“Kami melihat program awal didirikannya mercusuar itu sangat bermanfaat bagi masyarakat, bila hal itu kembali direnovasi dan difungsikan sesuai dengan harapan pembangunan”,  timpal Kelvin Aldo, menyambung paparan Jaka, yang berharap ada pembangunan dan segera difungsikan lagi menara yang notabene bangunan multifungsi itu.  Selain dapat dijadikan objek wisata.

IMM Bengkulu kata Kelvin, sanggat menyadari akan harapan dan keinginan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah,  yang menginginkan Bengkulu memiliki alun-alun dan tempat berkumpulnya para pemuda, masyarakat. Seperti yang ada di daerah lain Indonesia,

“Kami juga punya harapakan, agar pemimpin kita membuat pembangunan berkelajutan. Sehingga masyarakat tidak dirugikan atas kebijakan yang diambil” jelasnya.

IMM Bengkulu merekomendasikan pada Pemerintah Provinsi Bengkulu, serta siapapun gubernur kedepannya, pertama, menambahkan dan melakukan perawatan terhadap tempat wisata Bengkulu yang memiliki potensi tanpa harus dihilangkan Mengusur ataupum merobohkan.  Kedua, meminta pemerintah untuk segera membangun fasilitas dasar,  seperti toilet umum gratis, tempat sampah, musholah yang layak,

Ketiga, keterjaminan transportasi diseluruh tempat wisata unggulan Provinsi Bengkulu. Keempat, tindak tegas pungutan pungutan liar,  yang selalu terjadi dihari biasa maupun hari besar setiap tahun di Bengkulu.

Kelima, mengalakan pelatihan dan pembekalan untuk pemandu wisatawan yang berkunjung ke Bengkulu. Ini agar ada nilai-nilai sejarah yang mudah di ingat oleh wisatawan, ketika pulang dari Bengkulu. Ke enam, memberikan support nyata terhadap kesenian dan budaya asli Bengkulu.

Terakhir, menyegerakan untuk memperbaiki tata kelola tempat wisata di Provinsi Bengkulu. Sehingga Visit Bengkulu 2020 tidak dianggap lamunan semata.  IMM Bengkulu kembali tegaskan, penolakan alih fungsi ini, dapat diambil pelajaran dan wacana pembangunan kedepannya, sebagai pijakan ilmiah, dalam membangun persatuan dalam perjuangan, atas hak sosial-ekonomi dan hak-hak rakyat.(rls)

 

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.