Tongkat Bersejarah Hilang, Pemprov Jangan Diam

Suimi Fales, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Bengkulu

Bengkulu, SM –  Politisi Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Bengkulu, Suimi Fales ingatkan pemerintah provinsi jangan diam saja soal Tongkat Radja Benkoelen yang hilang enam tahun yang lalu.

“Kita bukan menghitung berapa ketugian materil yang hilang, tapi nilai sejarah yang tak terhingganya itu dipikirkan. Ini kejahatan yang dilakukan terhadap ased daerah”, tegas Suimi Fales yang ditemui di DPRD Kota Bengkulu kemarin.

Tongkat Radja Bengkulu yang dihadiahkan pada Residen Bencoolen, Yoseph Hoarloik  Esquirre di Tahun 1752 itu, terbuat dari bambu dengan kepala terbuat dari emas 24 karat, bermotif ular. Tongkat itu diserahkan Pemerintah Inggris kepada Gubernur Bengkulu,  Razie Yahya di Tahun 1993, atasnama Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Karena itu sudah diserahkan pihak pemerintah Inggris ke Provinsi Bengkulu, maka tegas Suimi, pihak provinsi harus bertanggungjawab. Tongkat Radja Benkoelen abad 17 Masehi yang dihibahkan Inggris  Tahun 1993 itu harus dicari dan siapa pelaku kejahatannya. Bila tidak, ini merupakan preseden buruk, tidak hanya bagi Bengkulu, tapi Indonesia.   Apalagi tongkat Radja itu sudah tersimpan di Negara Inggris sebelumnya selama selama 241 tahun.

Sebelumnya, Pemerhati Sejarah dan Budaya Bengkulu, Benny Hakim Benardie,  raibnya peninggalan sejarah itu bukan hal yang baru terjadi di Provinsi Bengkulu ini. Sebelumnya  sudah terjadi. Bahkan hingga penghancuran situs sejarah peninggalan kolonial dan penelantaranpun terjadi, tak di gubris oleh pihak pemerintah.

“Apalagi Tongkat Radja Bengkulu  yang diambil dan dihibahkan dari museum di Inggris, yang datangnya baru Tahun 1993 lalu. Tongkat itu kini tak tahu keberadaannya, seperti yang kita lihat, pada ‘cuekbebek’ semua. Pembiaran  terhadap peninggalan sejarah yang sebenarnya laku untuk menarik wisatawan asing”, jelas Benny Hakim Benardie.

Suimi Fales yang mengetahui  pengungkapan hilangnya tongkat itu dari media menghimbau, bila Pemerintah Provinsi Bengkulu merasa kesulitan mengungkap  siapa pelaku dan dimana keberadaan tongkat itu saat ini, baiknya  secepat melakukan pelaporan kepihak aparat penegak hukum. Apalagi hilangnya tongkat itu sudah berlangsung enam tahun lamanya.

“Hilangnya sudah enam tahun yang lalu, kok terungkap lagi baru sekarang dan belum terungkap?  Kan aneh dan janggal ya……Bukan karena tongkat emas itu bertangkaikan  emas, tapi nilai sejarahnya itu”, katta politis PKB ini keheranan, karena kasus ini berlarut-larut tak tentu rimbanya. (cik)

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.