Usai Wawali, Waka II DPRD Kota Bicara

Tugu Simpang Lima RS

Bengkulu, SM – Pembangunan monumen Ibu Fatmawati tidak ada kontroversial, kecuali keberadaan patung kuda yang belum dietahui keberadaannya.

Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi  sempat mengusulkan kepemerintah pusat, tidak hanya soal monumen Famawati, tapi soal pembangunan, pelebaran jalan.Mulaidari Bandara Fatmawati hingga tugu pers di Kampung Cina.

Itukan jalan nasional yang berada di Kota Bengkulu, kata Dedy. Pemkot Bengkulu meminta suport  dan bantuan pemerintah  pusat. Termasuk dalam pembuatan, pembangunan waduk Tanjung Agung, guna mengurangi dampak banjir saat musim hujan. “Inilah dua usulan pemerintah kota bengkulu untuk di apresiasi”.

Wakil Ketua II DPRD Kota Bengkulu, Teuku Zulkarnain juga mengapresiasi apa yang akan diagendakan Pemkot Bengkulu. Hanya saja dirinya hendak  menanggapi hilangnya patung kuda kawasan Simpang Lima Ratu Samban Kota Bengkulu, yang dikatakan raib itu.

“Patung kuda itu aset Pemkot Bengkulu yang dibangun menggunakan dana APBD Kota Bengkulu. Oleh karena itu, untuk menghapus aset dan memindahkan aset,  harus izin dan sepengetahuan Anggota DPRD Kota lebih dahulu”, tegasnya, mengindikasikan kalau soal aset itu, belum ada persetujuan DPRD Kota Bengkulu.

Tengku setuju jika didirikan monumen Ibu Fatmawati. Hanya saja, Pemprov Bengkulu, dalam hal ini Gubernur Bengkulu harus melewati prosedur dan aturan yang berlaku (mc/ck)).

 

You might also like
Leave A Reply

Your email address will not be published.