Vaksinasi Tahap Dua Kota Bengkulu Awal Maret

Menurut Kadis Kesehatan Kota Bengkulu, Susilawati, SKM Mkes.

Bengkulu, SM- Dinas Kesehatan Kota Bengkulu  siap laksanakan vaksinasi tahap kedua pada awal Maret 2021. Jumlah vaksin yang disiapkan ada 10 ribu vaksin.

Menurut Kadis Kesehatan Kota Bengkulu, Susilawati, SKM Mkes, vaksinasi akan di mulai dari pejabat publik, Awak Media, Guru, Satpol PP. Selanjutnya  ASN dan  pelaku pasar dan lainnya.

Besaran pembagian vaksin jelas Susilawati, Dinasnya sedang melakukan pendataan sesuai kriteria. Dimulai yang dianulir rentan terkena penularan Covid-19, hingga yang di nilai kecil kemungkinan berpotensi tertular virus. Ini dilakukan guna efektifitas pencegahan penyebaran Covid-19, sehingga lebih dapat terminimalisir jatuhnya banyak korban selanjutnya.

“Tempat Pelayan proses vaksinasi juga akan segera dirapatkan kembali.  Mengingat telah ada sembilan Rumah Sakit, tiga klinik dan 20 UPTD Puskesmas, maka Dinkes Kota Bengkulu akan secepatnya mengumumkan tempat pelayanan”.

Ada dua model vaksin yang di siapkan oleh Kementerian Kesehatan kata Susilawati yang ditemui diruangannya. Pertama botol vaksin digunakan untuk dosis satu orang pasien. Kedua satu botol vaksin diberikan untuk empat pasien. Sehingga vaksinator harus lebih teliti dan harus disesuaikan dengan dosis yang telah di atur  untuk kesehatan.

“Saya belum mengetahui vaksin yang mana yang akan kita terima”, ujar Susilawati. Memang ada sedikit perubahan dengan adanya penelitian yang telah dilakukan Kementerian Kesehatan RI bersama perusahaan Partner, untuk  memaksimalkan intensitas vaksin. Sehingga yang sebelumnya wanita menyusui, tensi darah lebih dari 140 itu tidak bisa di vaksin. Kini bisa. Termasuk orang yang telah sembuh tiga bulan dari positif Covid19, boleh untuk di lakukan vaksinasi.

Sesuai aturan dan regulasi yang baru ini, Dinkes Kota Bengkulu juga akan lebih mengoptimalkan pencegahan  tersebut melaui proses pelaksanaan vaksinasi. Karena 75 persen di Kota Bengkulu telah di vaksinasi.

“Dinkes Kota Bengkulu juga akan mengantisipasi bagi calon pasien vaksinasi yang memiliki penyakit berat, yang tidak bisa mendapatkan vaksinasi. Nantinya akan di siapkan dokter spesialis, untuk memeriksa calon penerima vaksin tersebut”, ungkapnya. (hid)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.