Video Mapping “The Story of Marlborough” 2019

Pertunjukan seni dan video mapping.

Bengkulu, SM – Fort Marlborough di Ibukota Bengkulu, Sabtu malam (28/09/2009) sekira pukul 19.30 WIB ramai sesak  pengunjung, untuk menyaksikan Video Mapping  “The Story of Marlborough”.

Acara ini juga menambilkan kolaborasi budaya kabupaten Se-Provinsi Bengkulu. Ini merupakan pertunjukan  yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu,  bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan  Kebudayaan RI.

Dikatakan Direktur Pelestarian Cagad budaya dan Permusiuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan  Kebudayaan RI, Firta Arda, pertujukan kali ini memperkenalkan ekspresi media diruang  publik sebagai upaya memperkenalkan Prakstisi dan karya seni yang bebasis pada teknologi media.

DR Drs Firta Arda

“Ini juga upaya pendukungan tehadap apa yang kita berikan seperti bantuan kedaerah yang tahun ini diberikan untuk Musium Provinsi Bengkulu dan Taman Budaya Bengkulu”.

Petujukan video mapping di Benteng Marlborough yang dibangun, didirikan oleh East India Company (EIC) Inggris Tahun  17 14-1719  itu sendiri kata Fitra, merupakan implementasi  dari strategikemajuan kebudayaan yang diamanatkan dalam UU No 5 Tahun 2017 tentang Kemajuan Kebudayaan, khususnya dalam pemanfaat obyek cagar budaya, sebagai ruang ekspresi budaya.

“Itu semua untuk kesejahteraan masyarakat dan mendorong interaksi  budaya. Tentunya untuk memperkuat kebudayaan yang inklusif”, kata Fitra dihadapan masyarakat yang dihadiri Gubernur Bengkulu yang diwakili Sekdaprov Hamka Sabri dan Kapolda Bengkulu, Brigjend Supratman.

Situs cagar budaya  dan budaya kedepannya akan menjadi ruang publik. Ini juga untuk kemajuan kebudayaan yang dirasakan kehadirannya dimasyarakat.  (ck)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.