Wali Kota Helmi Hasan Haturkan Terimakasih Pada Budiman Ismaun

Suara Melayu, Bengkulu – Walikota Helmi Hasan haturkan terimakasih atas jasa Penjabat Wali Kota Budiman Ismaun yang telah membawa Kota Bengkulu kondusif semasa kepemimpinannya. Khusus dalam pelaksanaan Pilwakot beberapa waktu lalu.

Ini disampaikan Helmi saat acara pisah sambut Wali Kota dan Wawali Kota Bengkulu bersama Penjabat Wali Kota, di Balai Kota, Selasa (25/9). “Kualitas Pilwakot Kota Bengkulu patut diacungi jempol. Semua berjalan aman, tertib dan lancar”, ujarnya.

Menjadi wali kota bukanlah suatu kemashyuran tegas Helmi. Tetapi ujian. Kami berdua tentu tidak dapat berbuat apa-apa, tanpa adanya dukungan penuh dari berbagai pihak. “Saya bersama Wawali mengajak semua masyarakat, terlibat dalam pembangunan”, ajaknya.

Dirinya  berharap, hal ini menjadi momentum awal untuk mendedikasikan diri, demi kemajuan Kota Bengkulu. “Ke depan, kita akan merancang pembangunan Bengkulu Convention Center (BCC), agar bisa bermanfaat luas untuk masyarakat Kota Bengkulu”.

Walikota Helmi Hasan dan Wawali Dedy Wahyudi terpilih juga berkomitmen, generasi muda agar selamat dari Narkoba dan dapat melanjutkan kepemimpinan secara estafet ke depan.

“Selain Samisake dilanjutkan, LPJU dalam 100 hari kerja dipastikan tidak ada satupun lampu yang mati, dan khusus pemuda kita siapkan stadion mini sebagai fasilitas untuk berkreatifitas”, jelasnya.

Sementara itu, Penjabat Walikota Bengkulu H. Budiman Ismaun mohon pamit dan izin meninggalkan Balai Kota. “Kami bertugas delapan  bulan dua hari. Alhamdulillah dalam menjalankan tugas lancar-lancar saja”, katanya sembari mengucapkan terimakasih kepada Sekretaris Daerah, Kepala OPD, Kabid, Kasubbag, Kasi dan seluruh staf Pemerintah Kota Bengkulu .

Terkhusus terhadap netralitas ASN, yang dinilai terjadi di Pemkot Bengkulu dalam menghadapi Pilwakot beberapa waktu lalu. Bersama Sekretaris Daerah, dirinya  terus mengingatkan,  agar ASN netral dalam Pilwakot beberapa waktu lalu, dan semua berjalan kondusif”, paparnya.

Selain itu, Budiman  juga meminta maaf, jika selama memimpin terjadi kealpaan. Belum terjangkaunya roda pemerintahan kepada masyarakat, sehingga belum maksimal.

“Kami pulang dengan tenang dan bahagia, tidak ada sedikitpun membawa barang negara. Saya terus membuka pintu silaturrahim, hingga tutup usia”, katanya dihadapan FKPD, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Ketua BMA, Tokoh Adat, Tokoh Agama, dan undangan lainnya. (ADV/Rilis)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.